MANFAAT DAUN KELOR ATAU MORINGA

daun-kelor

Periset dari Anna Technology University, Tamilnadu, India, C Senthil Kumar, membuktikan bahwa daun kelor memang berkhasiat sebagai hepatoprotektor alias pelindung hati. Menurut dokter sekaligus herbalis di Yogyakarta, dr Sidi Aritjahja, kelor mengandung antioksidan yang sangat tinggi dan sangat bagus untuk penyakit yang berhubungan dengan masalah pencernaan, misalnya luka usus dan luka lambung.

Menurut Dr. Paulus Wahyudi Halim, kelor memiliki energi dingin. Herbal seperti itu cocok untuk mengatasi penyakit dengan energi panas atau kelebihan energi seperti radang atau kanker. Carrie Waterman PhD. dari National Institutes of Health Fogarty International Career Development Grant di Universitas California Davis, Amerika Serikat, selama lima tahun terakhir telah mempelajari kemungkinan efek anti-peradangan dari moringa. Penelitian tersebut telah membawa Waterman berkeliling dunia ke tempat-tempat yang banyak ditumbuhi moringa.

Dari hasil penelitian yang menggunakan hewan, tikus yang diberi makan moringa mengalami penurunan berat badan. Para peneliti pun berkesimpulan moringa baik untuk mengatasi obesitas, juga bisa dimanfaatkan untuk mencegah risiko sindrom metabolisme, sebuah kondisi yang bisa berkembang menjadi penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2.

Kandungan Daun Kelor atau Moringa

Daun moringa mengandung 27 persen protein dan mengandung semua jenis asam amino. Daun itu juga mengandung vitamin C yang tujuh kali lebih banyak dibanding jeruk, dan vitamin A empat kali lebih banyak dari wortel. Selain itu, kalsium yang terkandung dalam daun moringa empat kali lebih banyak dibanding produk-produk susu.

Moringa juga mengandung lebih banyak nutrisi dibanding bayam dan banyak digunakan untuk mengatasi kondisi plethora, seperti kurang gizi, peradangan kronis, penyakit kardiovaskular, diabetes, gastrointestinal, masalah hepatorenal, dan memperbaiki daya tahan tubuh.

Bayi dan anak-anak pada masa pertumbuhan dianjurkan Organisasi Kesehatan Dunia WHO mengkonsumsi daun kelor. Perbandingan gram, daun kelor mengandung: 7 x vitamin C pada jeruk 4 x calcium pada susu 4 x vitamin A pada wortel 2 x protein pada yogurt 3 x potasium pada pisang.

Organisasi ini juga menobatkan kelor sebagai pohon ajaib setelah melakukan studi dan menemukan bahwa tumbuhan ini berjasa sebagai penambah kesehatan berharga murah selama 40 tahun ini di negara-negara termiskin di dunia. Pohon kelor memang tersebar luas di padang-padang Afrika, Amerika Latin, dan Asia. National Institute of Health (NIH) pada 21 Maret 2008 mengatakan, bahwa pohon kelor “Telah digunakan sebagai obat oleh berbagai kelompok etnis asli untuk mencegah atau mengobati lebih dari 300 jenis penyakit. Tradisi pengobatan ayurveda India kuno menunjukkan bahwa 300 jenis penyakit dapat diobati dengan daun moringa oleifera.

Manfaat Daun Kelor atau Moringa

1. Meningkatkan ketahanan alamiah tubuh

2. Menyegarkan mata dan otak

3. Meningkatkan metabolisme tubuh

4. Meningkatkan stuktur sel tubuh

5. Meningkatkan serum kolesterol alamiah

6. Mengurangi kerutan dan garis-garis pada kulit

7. Meningkatkan fungsi normal hati dan ginjal

8. Memperindah kulit

9. Meningkatkan energy

10. Memudahkan pencernaan

11. Antioksidan

12. Memelihara sistem imunitas tubuh

13. Meningkatkan sistem sirkulasi yang menyehatkan

14. Bersifat anti-peradangan

15. Memberi perasaan sehat secara menyeluruh

16. Mendukung kadar gula normal tubuh

Dari hasil analisa kandungan nutrisi dapat diketahui bahwa daun kelor memiliki potensi yang sangat baik untuk melengkapi kebutuhan nutrisi dalam tubuh. Dengan mengonsumsi daun kelor maka keseimbangan nutrisi dalam tubuh akan terpenuhi sehingga orang yang mengonsumsi daun kelor akan terbantu untuk meningkatkan energi dan ketahanan tubuhnya. Selain itu, daun kelor juga berkhasiat untuk mengatasi berbagai keluhan yang diakibatkan karena kekurangan vitamin dan mineral seperti kekurangan vitamin A (gangguan penglihatan), kekurangan Choline (penumpukan lemak pada liver), kekurangan vitamin B1 (beri-beri), kekurangan vitamin B2 (kulit kering dan pecah-pecah), kekurangan vitamin B3 (dermatitis), kekurangan vitamin C (pendarahan gusi), kekurangan kalsium (osteoporosis), kekurangan zat besi (anemia), kekurangan protein (rambut pecah-pecah dan gangguan pertumbuhan pada anak).

Related Posts:

cara menurunkan berat badan

CARA MENURUNKAN BERAT BADAN

BADAN IDEAL Berat badan ideal merupakan dambaan dari setiap manusia...

masalah-kewanitaan

KEPUTIHAN DAN MASALAH KEWANITAAN

Apa sih keputihan itu??? Keputihan atau Fluor Albus merupakan sekresi vaginal pada wanita. Keputihan pada...

grece anti perspirant

GRECE MENGHILANGKAN BAU BADAN

  TERASA SEGAR DAN SEPENUHNYA ALAMI   GRECE adalah mineral...